Kamis, 07 Juli 2011

VW Kodok 1937-1945


  
VW Kodok adalah sebutan bagiVolkswagen Tipe 1 yang beredar di Indonesia. Sebutan lainnya adalahVolkswagen Beetle atauVolkswagen Bug. Mobil ini diproduksi oleh pabrik pembuat mobil dari Jerman yaitu Volkswagen.
VW Kodok nantinya dianggap sebagai mobil yang paling fenomenal. Karena hanya dengan satu desain platform saja , telah mencatat rekor sebagai menjadi satu-satunya mobil yang memiliki rentang waktu produksi terpanjang didunia. Dari tahun 1938 hingga tahun 2003, total produksinya  telah mencapai 21 juta unit.
Mobil ini lahir sebagai jawaban atas kebutuhan mobil pada sebagian besar rakyat Jerman pada jaman kepemimpinan Adolf Hitler. Pada awal tahun 1930-an, sebagian besar rakyat Jerman yang berpenghasilan rata-rata 32  Reichsmark, memang tidak mampu membeli mobil yang saat itu didominasi oleh mobil-mobil kelas mewah.
Melihat potensi yang sedemikian besar,  beberapa pabrik pembuat mobil kemudian  mulai merancang mobil-mobil yang harganya cukup ekonomis, antara lain : Mercedes 170H, Adler Autobahn, Steyr 55 dan Hanomag 1,3 L.
Pemikiran ini sesungguhnya bukan hal baru. Pada pertengahan tahun 1920-an,Bela Barenyi, seorang  insinyur dari Hongaria-Austria telah memulainya. Bahkan nantinya  Barenyi  dianggap sebagai peletak dasar produksi VW Kodok.
Selain itu ada pula Josef Ganz,  yang mengembangkan  “Standard Superior”, mobil ini nantinya menjadi salah satu sarana  untuk mempromosikan Volkswagen. Di Cekoslowakia,Hans Ledwinka juga telah merancang Tatra T77, sebuah revisi dari mobil yang  awalnya popular di kalangan elit Jerman, tetapi dengan ukuran yang lebih kecil serta  harga yang terjangkau.
Dengan begitu banyak program pengembangan (atau telah memasuki tahap awal produksi) mobil murah yang telah dilakukan, seharusnya proyek ini dapat segera direalisasi. Tetapi, pada kenyataannya, saat Adolf Hitler menyatakan niatnya untuk dapat menyediakan mobil murah bagi rakyat Jerman pada tahun 1933, tidak ada satupun yang diajak bekerjasama. Hitler lebih memilih untuk mengembangkan proyek mobil murahnya melalui satu perusahaan yang baru dibentuk, yang dibiayai oleh Negara.
Target yang harus dicapai oleh perusahaan ini adalah memproduksi mobil yang dapat mengangkut dua orang dewasa plus tiga anak-anak, sanggup melaju 100 km / jam (62 mph),  efisien dalam hal penggunaan bahan bakar, handal, mudah digunakan, biaya perawatan yang murah dan yang paling penting adalah mobil ini dapat dibeli melalui program tabungan rakyat senilai 990 Reichsmark.
Harga ini tidak terpaut jauh dengan harga sebuah  sepeda motor kecil, satu-satunya alat transportasi  yang dapat dijangkau oleh sebagian besar rakyat Jerman yang memiliki penghasilan rata-rata 32 Reichsmark seminggu.
Slogan yang didengung-dengungkan pada waktu itu adalah "Fünf Markus mati Woche musst Du sparen, willst Du im eigenen Wagen fahren"yang artinya kira-kira : “Hanya dengan menyisihkan  5 Marks seminggu , anda akan mendapatkan mobil yang diinginkan”. Program ini akhirnya berhasil menarik 336 ribu orang yang bersedia menabung. Namun  program ini hanya ditujukan kepada rakyat yang ada di Jerman Barat, tidak di Jerman Timur.
Untuk melaksanakan  tugas berat  itu, Hitler menunjuk  Ferdinand Porsche, seorang insinyur ternama Jerman yang telah merancang Mercedes 170H. Pengalamannya juga dinilai cukup banyak karena pernah bekerja di pabrik mobil Steyr pada tahun 1920-an, dan memiliki studio desain sendiri.
Sebelumnya,  Ferdinand Porsche juga telah menghasilkan dua rancangan "Auto für Jedermann" (mobil untuk semua orang) yang merupakan proyek dengan NSU dan Zundapp. Kedua perusahaan ini adalah produsen sepeda motor ternama di Jerman.
Namun kedua proyek tidak segera di realisasi, bahkan berhenti pada tahap prototype. Dengan pengalaman-pengalaman ini, secara tidak langsung Ferdinand Porsche telah menguasai konsep-konsep dasar pembuatan mobil murah.  Akhirnya pada ada tanggal 22 Juni 1934, Dr Ferdinand Porsche setuju untuk membuat "Mobil Rakyat" bagi Hitler.
Pada tahun 1936, prototipe mobil ini berhasil dibuat, dan diberi nama sebagai "KdF-Wagen" (Kraft durch Freude-Wagen), yang memiliki arti sebagai mobil yang memiliki kekuatan melampaui  kesenangan yang didapat. Prototipenya diproduksi di Stuttgart, modelnya cenderung bulat , dengan mesin 4 silinder berpendingin udara yang diletakkan di bagian belakang (rear-mounted engine).
Desain bodi prototype ini kemudian dikembangkan lagi  oleh Erwin Komenda (kepala perancang di Auto Union), dengan menggunakan fasilitas terowongan angin,  hingga memiliki bentuk seperti VW Kodok yang dikenal saat ini.
Untuk memproduksinya, pada tanggal 26 Mei 1938 dibangunlah sebuah pabrik  di kota baru KdF-Stadt, sekarang disebut Wolfsburg. Dan pada tanggal 28 Mei 1937, Arbeitsfront Deutschemembentuk sebuah perusahaan yang diberi nama sebagai Gesellschaft zur Vorbereitung des Deutschen Volkswagen mbH (kadang-kadang disingkat Gezuvor) .
Pada saat memasuki tahap awal produksi, perang dunia kedua meletus di eropa.
Pemerintah kemudian memutuskan untuk menghentikan proyek ini dan menggunakan semua fasilitas untuk memproduksi kendaraan militer.
Akibatnya, hanya beberapa unit KdF-Wagen yang berhasil dibuat , itupun tidak terkirim kepada pemesan yang telah memenuhi kewajibannya, kecuali satu unit varian Tipe 1 Cabriolet yang berhasil dikirimkan kepada   Hitler pada tanggal 20 April 1938, saat Hitler merayakan ulang tahun ke-49.
Pada tanggal 16 September 1938, perusahaan ini secara resmi berganti nama menjadi  "Volkswagenwerk GmbH”. Namun perjalanan perusahaan ini memang tidak mulus. Karena terbukti menggunakan budak sebagai tenaga kerja saat perang berlangsung, pada tahun 1998 perusahaan mendapat gugatan ganti rugi dari para korban.
Perusahaan ini akhirnya mengakui telah  menggunakan 15.000 budak sebagai tenaga kerja paksa. Para sejarawan Jerman  memperkirakan bahwa 80% dari budak yang bekerja di Volkswagen dipasok dari kamp-kamp konsentrasi atas permintaan dari manajer pabrik. Untuk itulah, Volkswagen harus menyiapkan dana restitusi sukarela.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar